Monday, April 22, 2013

Obat Rinduku

Edit Posted by with No comments

Hari ini, aku tiba-tiba merasa sangat merindukanmu. Entah mengapa, padahal minggu lalu kita baru saja bertemu. Tapi, hari ini aku ingin sekali melihat wajahmu.


Tentu saja hal itu tidak akan mungkin terjadi. Jagat raya sedang menguji kesungguhan perasaanku. Makanya, aku hanya bisa membayangkan kau dalam pikiranku.


Aku mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Pertama kali kita bertemu. Ya… Saat kau menyapaku dengan begitu ramahnya dan aku yang begitu tidak pedulinya padamu. Sekarang… Semua itu berbeda 180 derajat.


Lalu aku juga mencoba mengingat berapa banyak ekspresi wajah yang kau punya. Aku punya 100, mungkin lebih. Karena aku sangat ekspresif dan lebih suka mengekspresikan semua dengan wajah. Tapi kau, kau berbeda. Aku bisa menghitung berapa banyak ekspresimu. Satu (jutek), dua (mengantuk), tiga (senyum). Um… Sepertinya hanya itu.


Aku mencoba sekuat tenaga, apalagi yang bisa kuingat tentang ekspresimu. Nggak ada. Aku nggak bisa mengingatnya. Tapi… Walau begitu, aku tidak bisa mengingat ekspresi negatifmu. Aku tetap tidak bisa mengingat wajah yang sering kau tunjukkan saat kita bertemu. Yang bis kuingat hanya senyum. Senyum yang kau tunjukkan pada orang lain. Senyum yang jarang terlontar untukku.


Tapi aku bersyukur karenanya. Aku tidak perlu mengingat sesuatu hal yang tidak menyenangkan. Yang perlu aku ingat hanya hal-hal yang membuatku senang. Dan dengan mengingat itu, rindukupun terobati.

0 comments:

Post a Comment