Showing posts with label Slice of life. Show all posts
Showing posts with label Slice of life. Show all posts

Thursday, January 16, 2025

Review Buku: Pasta Kacang Merah Karya Durian Sukegawa

Edit Posted by with No comments

Buku pertama yang aku baca di 2025, buku pertama juga yang bikin aku nangis waktu baca ini. Aku sempat lupa kalau review pertama buku ini yang aku baca dan bikin aku tertarik sama buku ini adalah tentang kehidupan penyandang penyakit lepra. Waktu baca baru inget lagi, "Oh iya, ini kan buku yang waktu itu direkomendasiin karena berhubungan dengan penyandang disabilitas".

Bukan tokoh utamanya yang menyandang Lepra, tapi tokoh yang lain. Tapi dengan itu, kita diajak memahami bagaimana mereka diperlakukan oleh masyarakat. Memang benar, respon pertama manusia saat menghadapi hal yang tidak mereka pahami adalah ketakutan. Dari ketakutan inilah konflik dalam cerita Pasta Kacang Merah ini berawal.

Aku salah satu penggemar Japan-literature. Salah satu kelemahan dari novel-novel populer Jepang adalah slow pace dan kadang monoton. Beberapa ada yang meninggalkan kesan membosankan. Tapi karena Pasta Kacang Merah ini punya konflik yang lumayan besar, ritmenya tidak monoton, tapi cerita ini nggak membosankan untuk dibaca. Bahkan rasanya ringan karena bisa selesai dalam waktu singkat. Meskipun ringan, tapi konfliknya lumayan bisa mengaduk-aduk emosi pembacanya (sesaat ngerasa marah, tapi beberapa halaman berikutnya nangis).

Seperti biasa, novel genre slice of life-nya Jepang itu kadang mengandung ilmu mengenai profesi tertentu. Kalo di buku ini, ada resep membuat pasta kacang merah yang sepertinya kalau diikuti bisa bikin kita menikmati pasta kacang merah yang rasanya enak. Selain itu, terjemahan dari Gramedia ini ternyata tidak seaneh dan semenyebalkan novel terjemahan Asia lain yang pernah saya baca. Membuat trauma saya lumayan berkurang dan sekarang saya bisa mulai mempercayai buku terjemahan Asia terbitannya Gramedia.

Wednesday, April 28, 2021

Hanasaku Iroha: "Love What You Do" Maka Semua Akan Terasa Menyenangkan

Edit Posted by with 2 comments


 Aku baru aja selesai nonton anime ini tadi malam. Akhir-akhir ini emang lagi suka banget nonton anime. Sebenernya dari dulu suka nonton kartun, suka nonton anime. Cuma belakangan ini karena udah nemu situs streaming anime yang perpustakaannya banyak, aku jadi ketagihan lagi.

Dulu tuh kayaknya semua jenis anime aku suka-suka aja. Mulai dari yang genrenya drama kaya Remi, romance kaya Candy-candy, sejarah kaya Rose of Versailles sampe yang action macem Naruto. Tapi kalo sekarang, lebih milih nonton yang genrenya ringan kaya komedi atau slice of life.

Akupun nggak nyangka bakalan suka sama genre slice of life ini. Slice of life itu katanya genre yang menggmbarkan menggambarkan penampilan pengalaman sehari-hari dalam seni dan hiburan (wikipedia.org). Sebenernya yang dicari utamanya adalah komedi, tapi lama-kelamaan unsur drama kehidupannya lebih menarik dan menyentuh. Makanya aku bertahan untuk nonton dan menyelesaikan itu. 

Balik lagi ke Hanasaku Iroha, aku pas pertama lihat anime ini, cuma membatin, "Hmm... Kalo nggak seru dan nggak lucu-lucu amat kaya Handa-Kun, kita cari anime yang lain." Tapi ternyata... Anime ini emang nggak lucu. Maksud aku, belum ketemu sama scene yang komikal (adanya di episode-episode selanjutnya). Tapi inti cerita dari anime ini keren buatku. Seorang anak perempuan yang 'dibuang' oleh ibunya ke rumah neneknya di kampung. Ternyata anak itu harus bekerja demi bayar sewa hidup di tempat neneknya, yang kebetulan adalah pemilik sebuah penginapan tradisional. Anaknya sendiri bukan tipe anak manja yang musti dikasih pelajaran biar dewasa. Anak ini tuh dari kecil udah diajarin mandiri sama ibunya. Baru akan dikasih uang jajan kalo udah ngerjain pekerjaan rumah. Tapi nggak tau kenapa dia kejebak di situasi yang nggak menyenangkan ini. Dan yang membuat aku akhirnya bersikeras mau lanjut nonton anime ini adalah scene terakhir di episode 1.





Jelas kelihatan kalo anak ini di awal nggak suka sama pekerjaan yang terpaksa dia lakukan. Jelas sih, udah dipaksa pindah dari kota besar, lingkungan yang baru dan orang-orang yang bisa dibilang nggak ngasih first impression yang baik ke dia (salah satu tokoh bahkan 'rajin' ngomong ke dia "MATI AJA SANA!"). Tapi karena dia cuma punya pilihan untuk menerima kondisi yang dia hadapi, dia mulai berusaha membiasakan diri dengan lingkungannya, belajar untuk menyukai lingkungannya, bahkan belajar untuk menjadi seorang pelayan penginapan yang baik. Diapun mulai menyukai pekerjaan dan kehidupannya di penginapan ini, meskipun cowok yang dia suka 'ketinggalan' di Tokyo. Cara dia mengubah mindset-nya, cara dia menerima keadaan yang dia punya dan nggak berusaha menolak apa yang dikasih ke dia bener-bener luar biasa. Mungkin secara kepribadian beberapa orang nggak akan suka dengan kepribadiannya dia. Tapi kalo diperhatiin sikapnya, aku rasa setiap orang bisa belajar bahwa bahagia itu bisa didapat dengan menyukai apa yang ada di hadapan kita, bukan mengharapkan apa yang (mungkin) nggak bisa kita dapetin.

Dan setelah namatin anime ini, aku nggak menyesal sama sekali nontonnya. Ceritanya bagus. Seimbang antara drama, romance, persahabatan (karena tokoh utamanya masih remaja), dan unsur konflik keluarga. Aku nggak tau kenapa nggak ada yang ngerekomendasiin anime ini di luaran sama. Anime ini bagus banget,  dan kalo aku ditanya orang rekomendasi anime yang bagus (kalo orang nggak nyebutin genre spesifik), maka aku akan ngerekomendasiin anime ini.